<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Singkep Community</title>
	<atom:link href="http://singkep.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://singkep.com</link>
	<description>The Community of Singkep People</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Dec 2009 07:06:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sanggar Megat dan Tualang Tige Juara Rampai Seni Budaya Melayu</title>
		<link>http://singkep.com/2009/12/08/sanggar-megat-dan-tualang-tige-juara-rampai-seni-budaya-melayu/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/12/08/sanggar-megat-dan-tualang-tige-juara-rampai-seni-budaya-melayu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 07:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu]]></category>
		<category><![CDATA[Tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Sanggar Megat Syah Alam dari Lingga tampil sebagai juara pertama dalam lomba tari tradisi dalam kegiatan Rampai Seni Budaya Melayu (RSBM). Kategori tari kreasi dimenangkan Sanggar Tualang Tige dari Singkep Barat.
Dewan juri menetapkan pemenang lomba tari tradisi juara pertama anggar Megat Syah Alam Lingga, juara kedua Tualang Tige Singkep Barat, dan juara ketiga Payung Singkep. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sanggar Megat Syah Alam dari Lingga tampil sebagai juara pertama dalam lomba tari tradisi dalam kegiatan Rampai Seni Budaya Melayu (RSBM). Kategori tari kreasi dimenangkan Sanggar Tualang Tige dari Singkep Barat.</p>
<p>Dewan juri menetapkan pemenang lomba tari tradisi juara pertama anggar Megat Syah Alam Lingga, juara kedua Tualang Tige Singkep Barat, dan juara ketiga Payung Singkep. Juara harapan sanggar utusan dari kecamatan Senayang</p>
<p>Sedangkan dalam lomba tari kreasi pemenangnya adalah Sanggar Tualang Tige dari Kecamatan Singkep Barat, juara kedua Megat Syah Alam dari kecamatan Lingga, dan juara ketiga Sanggar Gema Cinta dari kecamatan Singkep. Juara harapan Intan Payung Singkep dari Kecamatan Singkep.</p>
<p><span id="more-228"></span>Dewan juri lomba tari tradisi dan tari dalam kegiatan  menetapkan Angga S sebagai penata musik terbaik dan Yudi terpilih sebagai penata tari terbaik.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lingga Muhammad Ishak mengatakan lomba tari kreasi dan tari tradisi mendapat sambutan meriah dari para penonton yang memadati halaman Gedung Nasional Dabo Singkep, Minggu (6/12) malam. Dibanding RSBM tahun lalu, lomba tari tahun ini cukup banyak diikuti yakni sebanyak 22 peserta. Raja Murad selaku koordinator dewan juri mengaku bangga dan kagum melihat penampilan sanggar yang tampil. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 8 Desember 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/12/08/sanggar-megat-dan-tualang-tige-juara-rampai-seni-budaya-melayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaah Haji Lingga Tiba 19 Desember</title>
		<link>http://singkep.com/2009/12/08/jamaah-haji-lingga-tiba-19-desember/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/12/08/jamaah-haji-lingga-tiba-19-desember/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 07:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 45 orang jemaah haji Kabupaten Lingga yang tergabung dalam Kloter 16 Embarkasi Batam tiba di Batam tanggal 19 Desember mendatang. Kedatangan jamaah haji Lingga disambut Wakil Bupati Saptono Mustaqim.
Setelah sampai di Batam, sore harinya jemaah haji tersebut diterbangkan ke Dabo Singkep. Bupati Lingga, Daria dan Ketua DPRD Lingga Kamaruddin Ali beserta sejumlah unsur Muspida [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 45 orang jemaah haji Kabupaten Lingga yang tergabung dalam Kloter 16 Embarkasi Batam tiba di Batam tanggal 19 Desember mendatang. Kedatangan jamaah haji Lingga disambut Wakil Bupati Saptono Mustaqim.</p>
<p>Setelah sampai di Batam, sore harinya jemaah haji tersebut diterbangkan ke Dabo Singkep. Bupati Lingga, Daria dan Ketua DPRD Lingga Kamaruddin Ali beserta sejumlah unsur Muspida Lingga akan menyambut di Masjid Azzulfa, Dabo.</p>
<p>”Kalau tidak ada aral melintang jamaah haji kabupaten Lingga kembali ke tanah air pada 19 Desember mendatang. Seperti biasanya pak Wakil Bupati Lingga langsung menjemput rombangan haji di bandara Hang Nadim Batam. Pak bupati menunggu di Dabo,” kata Kabag Kesmas Pemkab Lingga, Muslim, kemarin.</p>
<p><span id="more-226"></span>Muslim menjelaskan, rencananya selesai jamaah haji diterima Gubernur Kepri di asrama haji Batam, selesai sholat zuhur dan makana siang, jamaah haji asal Kabupaten Lingga langsung diterbangkan dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Dabo Singkep.</p>
<p>”Kita sudah carter pesawat RAL. Ini kita lakukan dalam rangka menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi jamaah haji Kabupaten Lingga. Biaya kepulangan dari Embarkasi Batam menuju Lingga dibebankan kepada APBD Lingga,” ujarnya. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 8 Desember 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/12/08/jamaah-haji-lingga-tiba-19-desember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumber Air PDAM Makin Keruh</title>
		<link>http://singkep.com/2009/11/02/sumber-air-pdam-makin-keruh/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/11/02/sumber-air-pdam-makin-keruh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Muncung]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi sumber air di hutan Gunung Muncung yang digunakan untuk air PDAM Tirta Dharma Dabo Singkep makin keruh, Ahad (1/11).
Hal ini terjadi karena aksi penebangan kayu di hutan lindung yang ada di Pulau Singkep ini terus saja terjadi. ”Harusnya aparat dan dinas terkait menjaga bagaimana agar hutan ini bisa tetap lestari. Jangan sampai ada penebangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi sumber air di hutan Gunung Muncung yang digunakan untuk air PDAM Tirta Dharma Dabo Singkep makin keruh, Ahad (1/11).</p>
<p>Hal ini terjadi karena aksi penebangan kayu di hutan lindung yang ada di Pulau Singkep ini terus saja terjadi. ”Harusnya aparat dan dinas terkait menjaga bagaimana agar hutan ini bisa tetap lestari. Jangan sampai ada penebangan liar seperti sekarang ini,” sebut seorang warga Ahad (1/11).</p>
<p>Akibat penebangan kayu di hutan Gunung Muncung juga berdampak kepada keruhnya air terjun Batuampar yang menjadi obyek wisata andalan di Kecamatan Singkep. Warga yang datang untuk mandi di akhir pekan kecewa dengan kondisi air yang keruh dan tak jernih seperti biasanya.</p>
<p><span id="more-224"></span>Hingga saat ini belum ada upaya penertiban penebangan kayu di hutan Gunung Muncung. Aparat hukum terkesan tutup mata. Pihak kecamatan Singkep dan juga Dinas Pertanian dan Perkebunan Lingga belum juga mengambil tindakan. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 2 November 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/11/02/sumber-air-pdam-makin-keruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngaku Tak Ada Surat Tanah Ganda</title>
		<link>http://singkep.com/2009/11/02/ngaku-tak-ada-surat-tanah-ganda/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/11/02/ngaku-tak-ada-surat-tanah-ganda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Lurah]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Lurah Dabo Dipanggil sebagai Saksi
Mantan Lurah Dabo, Fauzi Syekh Saleh yang kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep membantah telah mengeluarkan surat keterangan tanah ganda yang sedang ditangani Polres Lingga dalam kasus penyerobotan lahan.
Fauzi marah dan mengeluarkan ancaman kepada wartawan koran ini yang memberitakan kasus sengketa tanah ini. ’’Siapa bilang ada surat tanah ganda. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mantan Lurah Dabo Dipanggil sebagai Saksi</strong></p>
<p>Mantan Lurah Dabo, Fauzi Syekh Saleh yang kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep membantah telah mengeluarkan surat keterangan tanah ganda yang sedang ditangani Polres Lingga dalam kasus penyerobotan lahan.</p>
<p>Fauzi marah dan mengeluarkan ancaman kepada wartawan koran ini yang memberitakan kasus sengketa tanah ini. ’’Siapa bilang ada surat tanah ganda. Kau jangan cari masalah di sini. Ini Dabo bukan Batam. Awas, lihat saja kau nanti,” kata Fauzi mengancam saat menemui wartawan koran ini di Lapangan Merdeka, Dabo, Ahad (1/11) kemarin pagi.</p>
<p>Fauzi menyebutkan, dirinya tak dilaporkan ke polisi dalam kasus surat tanah ganda. Ia mengaku dipanggil sebagai saksi dalam kasus penyerobotan lahan. Ia menilai berita yang menyebutkan dirinya dilaporkan polisi menyudutkan dirinya. “Kamu bisa ketemu saya dulu, baru tulis beritanya. Tanya juga saksi-saksi. Jangan percaya pada keterangan pelapor saja,” ujarnya.</p>
<p>Ia menolak memberikan klarifikasi terkait berita  yang dimuat Batam Pos tanggal 29 Oktober lalu. ”Tak perlu ada klarifikasi. Tak benar itu. Permasalahan lahan bisa diselesaikan pemerintah. Tapi kalau mau ditangani polisi, silakan. Saya tak takut kalau dilaporkan ke polisi masalah tanah ini. Mau diberitakan silakan saja,” ujarnya.</p>
<p><span id="more-222"></span>Terkait kasus pengancaman terhadap wartawan Batam Pos, Dedi Arman, Kepala Divisi Humas dan Hukum Ikatan Jurnalis Kabupaten Lingga (IJKL), Jhony Prasetya menilai Plt Camat Singkep, Fauzi Syekh Saleh itu bertindak arogan. Fauzi, katanya bisa memberikan klarifikasi dan hak jawab.</p>
<p>“Pejabat bergaya seperti preman. Diberitakan, dijawab dengan ancaman. IJKL menanggapi kasus ini dengan serius. Besar kemungkinan kita tindaklanjuti dengan laporan ke polisi,” kata Jhony saat bertemu dengan sejumlah pengurus IJKL, Ahad (1/11).</p>
<p>Seperti diberitakan Batam Pos (27/10), mantan Lurah Dabo diduga mengeluarkan surat keterangan tanah ganda untuk lahan yang sama seluas tiga hektare di Batu Kacang, Singkep. Pemilik lahan, Amin akhirnya melapor ke Polres Lingga karena lahan yang dimilikinya juga diklaim pihak lain.</p>
<p>Terbongkarnya surat tanah ganda setelah Amin datang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lingga untuk mengurus sertifikat lahan yang dimilikinya. Alangkah terkejutnya Amin setelah tahu, lahan yang dimilikinya itu sudah ada sertifikatnya dan baru diterbitkan tahun 2009.</p>
<p>Setelah dicek, pemilik lahan sesuai sertifikat bernama Ayau mendapatkan surat keterangan tanah tersebut tahun 2007 yang ditandatangani Lurah Dabo Fauzi Syekh Saleh yang kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep. Atas dasar surat alas hak itulah kemudian BPN Lingga menerbitkan sertifikat.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP Panji Irawan membenarkan adanya laporan soal dugaan penyerobotan lahan. Pihaknya masih menyelidiki kasus ini dan akan memanggil sejumlah saksi terkait. Sat Reskrim Polres Lingga juga akan mendatangi BPN Lingga dalam menindaklanjuti laporan ini.</p>
<p>”Selasa besok kita mau ke BPN. Biar jelas duduk perkaranya, nanti akan ketahuan apakah dalam kasus ini perkara perdata, pidana atau ada indikasi lain,” kata Panji, Ahad (25/10) lalu.</p>
<p>Panji tak membeberkan siapa saksi yang sudah dimintai keterangan. Informasi yang diperoleh, Plt Camat Singkep Fauzi Syekh Saleh sudah dipanggil untuk dimintai keterangan, tapi yang bersangkutan tak datang. Pelapor sendiri ingin secepatnya tuntas dan siap menghadirkan saksi-saksi untuk membuktikan sebagai pemilih lahan yang sah.</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 2 November 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/11/02/ngaku-tak-ada-surat-tanah-ganda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wakil Bupati Dituding Jarang Ngantor, LSM Surati Gubernur Kepri</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/30/wakil-bupati-dituding-jarang-ngantor-lsm-surati-gubernur-kepri/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/30/wakil-bupati-dituding-jarang-ngantor-lsm-surati-gubernur-kepri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Saptono Mustaqim]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Ketua LSM Menerima Menyampaikan Aspirasi Masyarakat (M2AM) Jack Aman Sinaga meminta agar Gubernur Kepri Drs H Ismeth Abdulah untuk mengambil sikap tegas kepada Wakil Bupati Lingga Drs H Saptono Mustaqim. Sebab sejak dilantik menjadi Wakil Bupati Saptono lebih banyak menghabiskan waktunya di Dabo Singkep daripada di Daik Lingga.
’’Pak Saptono itu kantornya di Daik, tapi dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua LSM Menerima Menyampaikan Aspirasi Masyarakat (M2AM) Jack Aman Sinaga meminta agar Gubernur Kepri Drs H Ismeth Abdulah untuk mengambil sikap tegas kepada Wakil Bupati Lingga Drs H Saptono Mustaqim. Sebab sejak dilantik menjadi Wakil Bupati Saptono lebih banyak menghabiskan waktunya di Dabo Singkep daripada di Daik Lingga.</p>
<p>’’Pak Saptono itu kantornya di Daik, tapi dia tidak pernah masuk kantor, bisa dihitung dengan jari aktifitas dia di ibukota Kabupaten Lingga,’’ ujar Jack Aman Sinaga serius. Menurut Jack, pihaknya sudah melayangkan surat ke Gubernur Kepri, Ketua DPRD Kepri, Bupati Lingga serta sejumlah media cetak yang ada di Provinsi Kepri yang intinya meminta agar Gubernur Kepri memanggil Wakil Bupati Lingga paling tidak dapat memberikan teguran baik secara tertulis maupun lisan.</p>
<p>Ini dikarenakan sebagai seorang wakil pemimpin daerah Saptono dinilai kurang mengetahui peran dan fungsinya. Apalagi, tambah Jack selama ini Saptono sudah banyak menerima fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. ’’Cobalah anda tengok rumahnya saja dijaga ketat sama satpol PP, dia bisa tidur dengan nyenyak dan makan dengan enak, sedangkan rakyat susah,’’ ujar pria yang akrap disapa dengan nama Opung Naga.<br />
Ditambahkan Jack, saat ini masa tugas atau masa jabatan Wakil Bupati Lingga hanya tinggal beberapa hari saja. Sedangkan hingga saat ini belum ada hasil kerja nyata yang sudah diberikan wakil Bupati Lingga pada masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lingga.</p>
<p><span id="more-219"></span>Oleh sebab itu Jack meminta agar Bupati dan Gubernur Kepri mengambil sikap tegas agar masalah ini jangan berlarut-larut. Jack bahkan berencana mengirimkan surat pada pemerintah pusat dengan harapan di akhir sisa waktu masa jabatanya Wakil Bupati Lingga dapat membantu masayarakat.</p>
<p>’’Kita heran masak anggota DPRD Lingga sama sekali tidak mengambil langkah apapun, bahkan memberikan teguran untuk masuk saja tidak bisa,’’ujar Jack.(oni)</p>
<p>Sumber: Posmetro Batam &#8211; 30 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/30/wakil-bupati-dituding-jarang-ngantor-lsm-surati-gubernur-kepri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peruntukan Kawasan Belum Jelas, Tak Didukung RTRW</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/30/peruntukan-kawasan-belum-jelas-tak-didukung-rtrw/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/30/peruntukan-kawasan-belum-jelas-tak-didukung-rtrw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 04:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Sutikno]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Singkep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Peruntukan kawasan dan lahan di Kabupaten Lingga hingga kini tidak jelas, karena belum adanya Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten (RTRW) yang disahkan dalam Peraturan Daerah (Perda).
Ketua Yayasan Singkep, Ir Agus Sutikno MSi kemarin menyebutkan, lantaran belum jelasnya peruntukan lahan tersebut akibatnya pembangunan di Kabupaten Lingga yang telah berumur enam tahun menjadi tidak terarah. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peruntukan kawasan dan lahan di Kabupaten Lingga hingga kini tidak jelas, karena belum adanya Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten (RTRW) yang disahkan dalam Peraturan Daerah (Perda).</p>
<p>Ketua Yayasan Singkep, Ir Agus Sutikno MSi kemarin menyebutkan, lantaran belum jelasnya peruntukan lahan tersebut akibatnya pembangunan di Kabupaten Lingga yang telah berumur enam tahun menjadi tidak terarah. Tak ada batasan mana kawasan industri, pemukiman,  pertanian/perkebunan, kawasan tambang, kawasan resapan, dan hutan lindung.</p>
<p>Ketidakjelasan peruntukan kawasan ini, sebut Agus, berdampak pada tidak jelasnya penataan kawasan di Kabupaten Lingga, sehingga pembangunan yang dilakukan pun semraut. Terkesan tidak adanya pembangunan. Selain itu, tidak adanya jaminan hukum bagi investor untuk menanamkan investasinya yang berkaitan dengan penggunaan lahan di Lingga. ”Seperti pembuatan sawah. Apakah betul kawasan di Singkep Barat merupakan daerah pertanian?,” kata Agus.</p>
<p><span id="more-216"></span>Lalu dasar pemberian izin penambangan galian C yang marak di Lingga, apakah kawasan itu memang betul jadi kawasan pertambangan. Contoh nyata, apakah betul kawasan Desa Bakong Singkep Barat itu  kawasan pertambangan bauksit dan granit. Dasar hukumnya apa?</p>
<p>Agus menyayangkan kinerja Pemkab Lingga yang tidak menggesa penetapan RTRW. Bahkan Agus curiga, memang kondisi ini sengaja diciptakan sehingga Pemkab seenaknya saja memberikan izin penambangan dan izin-izin lainnya yang berkaitan dengan peruntukkan lahan.</p>
<p>”Hal menyedihkan lagi, kawasan hutan lindung Bukit Cikapur Kecamatan Singkep pada masa Kabupaten Kepri, sekarang sudah dikapling masyarakat dan hutannya sudah gundul,” ujarnya.<br />
Ia mengimbau kepada Anggota DPRD baru yang dilantik harus menggesakan penetapan Perda RTRW. Menurut Agus, penyusunan RTRW Lingga sudah pernah disusun oleh konsultan, tapi sampai saat ini tidak jelas keberadaannya. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 30 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/30/peruntukan-kawasan-belum-jelas-tak-didukung-rtrw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air Terjun Batu Ampar Rusak Akibat Illegal Logging</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/29/air-terjun-batu-ampar-rusak-akibat-illegal-logging/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/29/air-terjun-batu-ampar-rusak-akibat-illegal-logging/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 05:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Ampar]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Pemandian air terjun Batu Ampar di Kecamatan Singkep itu kini kondisinya memprihatikan. Salah satu objek wisata favorit itu belakangan ini berubah keruh. Penyebabnya, penebangan kayu di hutan sekitar air terjun terus dilakukan, termasuk untuk membuka lahan baru. Kondisi air yang keruh mengecewakan pengunjung saat berlibur, Ahad (25/10) lalu. Hari, 18, warga Dabo Lama dan teman-temannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemandian air terjun Batu Ampar di Kecamatan Singkep itu kini kondisinya memprihatikan. Salah satu objek wisata favorit itu belakangan ini berubah keruh. Penyebabnya, penebangan kayu di hutan sekitar air terjun terus dilakukan, termasuk untuk membuka lahan baru. Kondisi air yang keruh mengecewakan pengunjung saat berlibur, Ahad (25/10) lalu. Hari, 18, warga Dabo Lama dan teman-temannya niatnya datang berenang jadi terkejut. Bagaimana tidak, mereka melihat air terjun tak sejernih seperti biasanya.</p>
<p>“Malas mandi kalau airnya keruh seperti ini. Bisa-bisa kena penyakit, airnya kan kotor,” kata Hari di lokasi. Pemandian air terjun Batuampar menjadi pilihan warga saat liburan di Kecamatan Singkep. Pengunjung yang datang saat akhir pekan jumlahnya bisa ratusan orang. Tiket masuk juga murah hanya Rp2 ribu, kemudian pengunjung bisa mandi sepuasnya. Mereka juga aman memarkir kendaraan di tempat yang disediakan. Di lokasi juga ada warung menyediakan berbagai jenis makanan.</p>
<p><span id="more-214"></span>Muslim, aktivis pemuda di Dabo Singkep menyebutkan Illegal logging dibiarkan saja oleh aparat. Penebangan hutan di sekitar air terjun yang masuk kawasan hutan lindung Desa Batu Kacang sudah berlangsung sejak lama. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep, Fauzi Sykeh Saleh beberapa waktu lalu, mengaku telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Koramil Dabo Singkep untuk mencegah illegal logging di sekitar lokasi. Kenyataannya hingga sekarang penebangan kayu tetap berjalan. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 29 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/29/air-terjun-batu-ampar-rusak-akibat-illegal-logging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merasa Diabaikan, Nenek Gantung Diri</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/29/merasa-diabaikan-nenek-gantung-diri/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/29/merasa-diabaikan-nenek-gantung-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 05:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gantung Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Lasiah, 70, warga Jalan Pertanian Dabo Singkep ditemukan tewas tergantung di pintu belakang rumahnya, Rabu (28/10) pukul 10.00 WIB. Wanita lanjut usia itu gantung diri diduga karena penyakit lumpuh yang dideritanya. Lasiah dianggap kecewa karena diabaikan dan kurang mendapat perhatian keluarga.
Saat korban mengakhiri hidupnya, kondisi rumah dalam keadaan kosong. Korban gantung diri memakai kain yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lasiah, 70, warga Jalan Pertanian Dabo Singkep ditemukan tewas tergantung di pintu belakang rumahnya, Rabu (28/10) pukul 10.00 WIB. Wanita lanjut usia itu gantung diri diduga karena penyakit lumpuh yang dideritanya. Lasiah dianggap kecewa karena diabaikan dan kurang mendapat perhatian keluarga.</p>
<p>Saat korban mengakhiri hidupnya, kondisi rumah dalam keadaan kosong. Korban gantung diri memakai kain yang dililitkan ke leher. Kain tersebut diikatkan ke kayu kusen pintu belakang rumah. Hal yang menimbulkan pertanyaan, bagaimana korban dengan kondisi lumpuh masih bisa mengikatkan kain ke pintu yang cukup tinggi?</p>
<p>Korban yang sudah tergantung ditemukan pertama kali oleh menantunya, Syafruddin yang pulang ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Nyawa korban tak bisa diselamatkan. Dokter dari Puskesmas Dabo Singkep melakukan pemeriksaan. Anggota Sat Reskrim Polres Lingga juga hadir ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.</p>
<p><span id="more-212"></span>Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP Panji Irawan mengatakan, hasil pemeriksaan luar oleh dokter tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, kepastiannya menunggu hasil visum yang dilakukan dokter Puskesmas Dabo Singkep. “Kami masih memeriksa saksi-saksi,” kata Panji, kemarin siang.</p>
<p>Tetangga korban yang enggan disebutkan namanya mengaku, pagi harinya ia masih sempat bersenda gurau dengan wanita tua yang akrab disapa Embok itu. Menurut dia, kondisi Embok memang memang parah. Jangankan berjalan, berdiri saja susah. “Mungkin beliau frustasi dengan sakit yang dideritanya. Ditambah lagi mungkin dia merasa perhatian keluarga sudah kurang,” ujar wanita setengah baya ini. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 29 oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/29/merasa-diabaikan-nenek-gantung-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gelombang 3,8 meter</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/29/gelombang-38-meter/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/29/gelombang-38-meter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 02:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Lingga mesti berhati-hati jika melaut. Badan Meteorologi Dabo Singkep mencatat ketinggian gelombang di sekitar perairan Lingga berkisar 2 sampai 3,8 meter. Ini karena adanya pengaruh angin utara.
’’Mungkin keadaan seperti ini hingga bulan dua nanti, dan ini bukan hanya di Singkep namun hampir seluruh Indonesia terutama perairan Natuna yang saat ini gelombang lautnya mencapai 4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat Lingga mesti berhati-hati jika melaut. Badan Meteorologi Dabo Singkep mencatat ketinggian gelombang di sekitar perairan Lingga berkisar 2 sampai 3,8 meter. Ini karena adanya pengaruh angin utara.<br />
’’Mungkin keadaan seperti ini hingga bulan dua nanti, dan ini bukan hanya di Singkep namun hampir seluruh Indonesia terutama perairan Natuna yang saat ini gelombang lautnya mencapai 4 meter lebih,’’ imbuh Chairil Anwas, Staf Badan Meteorologi Dabo Singkep.</p>
<p>Chairil yang sudah bertugas kurang lebih 32 tahun di kantor itu menjelaskan kecepatan angin utara ini mencapai 11 hingga 27 not. Dengan gelombang yang mencapai hampir empat meter tersebut  Chairil menyarankan agar masyarakat yang mencari ikan di laut untuk berhati-hati. Karena cuaca saat ini kurang bagus, terutama bagi masyarakat yang beraktifitas menggunakan jasa laut agar waspada.</p>
<p>Gelombang tinggi ini memang dirasakan oleh para nelayan Lingga. Akibatnya, banyak nelayan sekarang enggan melaut. ’’Untuk melaut kayaknya kita masih ragu-ragu Pak. Kemaren cuaca tenang dan tampak bersahabat namun tiba-tiba saja angin ribut dan gelombang kuat,’’ ujar Junaidi salah seorang nelayan asal Pulau Lalang.</p>
<p><span id="more-209"></span>Junaidi  menambahkan, biasanya gelombang laut mulai teduh apabila usai sembayang China. Pria yang sudah mulai kecil berprofesi sebagai nelayan ini mengaku sudah menjadi acuan atau patokan apabila sembayang China belum selesai, maka ombak di laut akan terasa kuat. Bahkan ada beberapa nelayan yang terpaksa harus merelakan sampan mereka karena tenggelam. ’’Kalau saya cari jalan aman saja Pak, takut aja terjadi apa-apa di luar,’’ imbuh pria yang punya satu orang putra ini.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan Madi. Menurutnya, sekarang gelombang kurang bersahabat. Dampaknya, hasil tangkapan ikannya pun jauh merosot tidak seperti bulan-bulan sebelumnya. Madi mengaku kesulitan untuk menghidupi keluarganya saat ini.</p>
<p>Madi hanya mengharapkan angin teduh agar dia bisa dapat mencari ikan di laut. ’’Kalau cuaca teduh saya langsung ke laut, tapi kalau cuaca gelombang kuat saya langsung menepi,’’kata Madi menambahkan. (oni)</p>
<p>Sumber: Posmetro Batam &#8211; 29 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/29/gelombang-38-meter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kendaraan Dinas Buat Pacaran</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/29/kendaraan-dinas-buat-pacaran/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/29/kendaraan-dinas-buat-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 02:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Kendaraan Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[Pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;’Presiden SBY melarang fasilitas negara untuk kepentingan pribadi jangkan untuk pacaran untuk lebaran saja tak boleh. Tapi kalau di Daik ini lain motor plat merah pun boleh dibuat pacaran,’’ ujar Sandi salah seorang warga Daik kepada POSMETRO Selasa (27/10).
Diterangkan Sandi, persoalan memakai kendaraan dinas tidak pada tempatnya itu sudah lama terjadi. Cuma oleh masyarakat didiamkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;’Presiden SBY melarang fasilitas negara untuk kepentingan pribadi jangkan untuk pacaran untuk lebaran saja tak boleh. Tapi kalau di Daik ini lain motor plat merah pun boleh dibuat pacaran,’’ ujar Sandi salah seorang warga Daik kepada POSMETRO Selasa (27/10).</p>
<p>Diterangkan Sandi, persoalan memakai kendaraan dinas tidak pada tempatnya itu sudah lama terjadi. Cuma oleh masyarakat didiamkan saja. Harapannya, agar para pejabat atau pihak-pihak yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi tersebut malu.</p>
<p>Karena tidak ada tindakan, pemakaian kendaraan dinas menjadi-jadi. Sandi meminta agar Bupati Lingga jangan hanya diam saja.</p>
<p>Tapi mengambil langkah yang proaktif, sebab kendaraan dinas atau plat merah itu bukan hanya untuk berbelanja di pasar, namun saat ini sudah dipakai untuk berpacaran. ’’Kalau dulu ngetrennya dibuat untuk jemput anak sekolah, lalu berubah untuk berbelanja, dan kini lebih ngetren lagi untuk pacaran lagi,’’ terang Sandi.</p>
<p><span id="more-207"></span>POSMETRO dan sejumlah media masa yang menelusuri ke Pelabuhan Tanjungbutan Daik Lingga sekitar pukul 20.00 WIB tepatnya malam minggu menemukan pasangan muda-muda. Mereka  ada yang menggunakan kendaraan dinas bercumbu mesra di atas motornya. Berdasarkan pantauan, motor Tiger BM BP 208X L warna biru, tampak terparkir di antara deretan motor yang lain.</p>
<p>Dua muda-mudi tampak asik bercumbu menikmati malam minggu dengan melihat bulan dan bintang di pelabuhan. Selain itu motor Supar BP 217X L warna hitam juga tidak kalah asiknya hanya saja yang memakai kendaraan tersebut statusnya terlihat masih pelajar.</p>
<p>’’Itu anak salah satu pegawai dinas di Pemkab Lingga, saya heran gimana orang tuanya tu ya, motor untuk dinas kok dipakai untuk pacaran,’’ujar sejumlah warga yang dijumpai wartawan koran ini.(oni)</p>
<p>Sumber: Posmetro Batam &#8211; 28 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/29/kendaraan-dinas-buat-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarkan Surat Tanah Ganda, Mantan Lurah Dabo Dilaporkan ke Polisi</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/27/keluarkan-surat-tanah-ganda-mantan-lurah-dabo-dilaporkan-ke-polisi/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/27/keluarkan-surat-tanah-ganda-mantan-lurah-dabo-dilaporkan-ke-polisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Lurah]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Lurah Dabo tahun 2007 Fauzi Syekh Saleh diduga mengeluarkan surat tanah ganda untuk lahan yang sama seluas tiga hektare di Batu Kacang, Singkep. Pemilik lahan, Amin akhirnya melaporkan Fauzi (kini mantan lurah, red) ke Polres Lingga karena kebijakannya membuat lahannya juga diklaim pihak lain. Terbongkarnya surat tanah ganda setelah Amin datang ke Badan Pertanahan Nasional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lurah Dabo tahun 2007 Fauzi Syekh Saleh diduga mengeluarkan surat tanah ganda untuk lahan yang sama seluas tiga hektare di Batu Kacang, Singkep. Pemilik lahan, Amin akhirnya melaporkan Fauzi (kini mantan lurah, red) ke Polres Lingga karena kebijakannya membuat lahannya juga diklaim pihak lain. Terbongkarnya surat tanah ganda setelah Amin datang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lingga mengurus sertifikat lahannya beberapa waktu lalu. Alangkah terkejutnya Amin setelah tahu lahannya sudah ada sertifikatnya dan baru diterbitkan tahun 2009. Setelah dicek, pemilik lahan sesuai sertifikat bernama Ayau dan mendapatkan surat keterangan tanah ditandatangani Lurah Dabo Fauzi Syekh Saleh yang kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep. Atas dasar surat alas hak itulah kemudian BPN Lingga menerbitkan sertifikat.</p>
<p>Namun Amin punya bukti lain. Dia membeli lahan seluas tiga hektare itu dari Daud tahun 2001 seharga Rp600 ribu. Ia pun mengurus surat keterangan tanah tahun 2001 dan diperbarui tahun 2005. Sejak lahan tersebut dibeli hingga saat ini, ia rutin membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB). Hal yang membuatnya heran dan terkejut karena lahannya tersebut sudah punya surat keterangan tanah yang dikeluarkan tahun 2005 dan ditandatangani lurah yang sama, Fauzi Syekh Saleh.</p>
<p>”Masa pihak kelurahan mengeluarkan dua surat alas hak di lahan sama. Sementara pemilik lahannya berbeda. Kami punya surat jual beli lahan sewaktu membeli dari almarhum Daud. Ada juga bukti pembayaran PBB setiap tahun,” kata Bendry, anak Amin, Senin (26/10). Dalam sengketa lahan antara pihak Amin dan Ayau ini, Fauzi Syekh Saleh yang kini menjabat Plt Camat Singkep sudah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak. Fauzi menawarkan keduanya membagi lahan tersebut agar permasalahan selesai dan berakhir dengan damai.</p>
<p><span id="more-204"></span>Namun, pihak Amin keberatan karena menganggap secara sah sebagai pemilik lahan yang dibuktikan dengan surat jual beli lahan, surat keterangan lahan dan juga bukti pembayaran PBB. Sedangkan, pihak lawan baru mengantongi sertifikat tanah yang keluar tahun 2009. Karena penyelesaian di kantor camat tak tuntas, pihak Amin akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Lingga. Kasat Reskrim Polres Lingga, AKP Panji Irawan membenarkan adanya laporan soal dugaan penyerobotan lahan. Pihaknya masih menyelidiki kasus ini dan akan memanggil sejumlah saksi terkait.</p>
<p>Sat Reskrim Polres Lingga juga akan mendatangi BPN Lingga menindaklanjuti laporan ini. “Selasa besok (hari ini, red) kita mau datang ke BPN. Biar jelas semua duduk perkaranya nanti. Akan ketahuan apakah dalam kasus ini perkara perdata, pidana atau ada indikasi lain,” kata Panji, Ahad (25/10).</p>
<p>Panji tak membeberkan siapa saksi sudah dimintai keterangan. Informasi yang diperoleh, Plt Camat Singkep Fauzi Syekh Saleh sudah dipanggil untuk dimintai keterangan, tapi yang bersangkutan tak datang. Pelapor sendiri ingin secepatnya tuntas dan siap menghadirkan saksi-saksi untuk membuktikan sebagai pemilih lahan sah. Informasi diperoleh Batam Pos, dengan munculnya kasus ini ke permukaan, diyakini akan membuka kasus-kasus sengketa lahan lain yang disebabkan penerbitan surat tanah ganda oleh pihak kelurahan. Selama ini sering terdengar sulitnya pengurusan dokumen tanah dan biaya yang tak jelas baik di kelurahan maupun kecamatan, termasuk biaya pengukuran lahan. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 27 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/27/keluarkan-surat-tanah-ganda-mantan-lurah-dabo-dilaporkan-ke-polisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lamaran CPNS Wajib Diantar</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/26/lamaran-cpns-wajib-diantar/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/26/lamaran-cpns-wajib-diantar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 06:13:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[CPNS]]></category>
		<category><![CDATA[Lingga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Lingga wajib mengantar langsung berkas lamaran ke kantor Pemkab Lingga di Jalan Satuk Laksemana nomor 1, Daik Lingga dan tak boleh dikirim melalui kantor pos. Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lingga, Syamsudi, Minggu (25/10) mengatakan, pihaknya mengajukan 1.600 formasi CPNS ke pusat, namun yang disetujui 519 orang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Lingga wajib mengantar langsung berkas lamaran ke kantor Pemkab Lingga di Jalan Satuk Laksemana nomor 1, Daik Lingga dan tak boleh dikirim melalui kantor pos. Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lingga, Syamsudi, Minggu (25/10) mengatakan, pihaknya mengajukan 1.600 formasi CPNS ke pusat, namun yang disetujui 519 orang. Sama dengan tahun sebelumnya, pelamar wajib mengantarkan langsung berkas lamaran.</p>
<p>Pendaftaran CPNS Pemkab Lingga sendiri lanjutnya, dimulai tanggal 31 Oktober sampai 14 November 2009. Untuk penerimaan CPNS kali ini, Pemkab membutuhkan 215 guru, 127 tenaga teknis dan 177 tenaga kesehatan. Ini tertera dalam pengumuman penerimaan CPNS Pemkab Lingga yang diumumkan di media massa. ”Lamaran memang diantar langsung ke Daik. Tak bisa pakai pos. Pelamar sekalian bisa mengenal Lingga,” kata Syamsudi.</p>
<p>Kebijakan wajib mengantar langsung berkas lamaran bertujuan agar pelamar yang lulus tes administrasi, ikut ujian di Daik Lingga. Dikhawatirkan jika bisa dikirim melalui pos, banyak pelamar namun yang ikut ujian hanya sedikit. Hal ini merugikan Pemkab Lingga. Ada pengalaman, pelamar lulus tes, namun  yang bersangkutan mengundurkan diri tanpa alasan jelas. “Kita ingin banyak pelamar dan yang lulus tes administrasi semuanya ikut ujian. Tujuannya agar semua formasi terisi,” ujarnya.</p>
<p><span id="more-202"></span>Ditambahkannya, pelamar langsung mengantarkan berkas lamaran ke Panitia Penerimaan CPNS Pemkab Lingga di Jalan Datuk Laksemana Nomor 1 Daik Lingga. Pengumuman yang lulus tes administrasi nantinya diumumkan di media massa. Untuk tenaga guru yang paling banyak dibutuhkan adalah  guru kelas S1 PGSD dan DII PGSD sebanyak 80 orang. Guru eksakta juga banyak lowongan. Misalnya, guru matematika SMP diterima 19 orang, guru fisika SMP 10 orang, dan biologi 11 orang. Tak hanya eksakta, guru bahasa Inggris juga banyak lowongan, yakni 16 orang untuk SMP.</p>
<p>Tenaga kesehatan yang paling banyak dibutuhkan adalah DIII keperawatan sebanyak 69 orang, DIII kebidanan 68 orang dan dokter umum 14 orang. Untuk tenaga teknis yang paling banyak formasi yang dibutuhkan adalah S1 akuntansi sebanyak 14 orang dan DIII informatika sebanyak 11 orang.  (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 26 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/26/lamaran-cpns-wajib-diantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kadisdik Siap Mundur dari Jabatan Jika Target 60 Persen Tidak Tercapai</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/26/kadisdik-siap-mundur-dari-jabatan-jika-target-60-persen-tidak-tercapai/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/26/kadisdik-siap-mundur-dari-jabatan-jika-target-60-persen-tidak-tercapai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lingga Drs Junaidi optimis persentase kelulusan siswa pada Ujian Nasional (UN) 2010 yang telah ditetapkan sebesar 60 persen tercapai. Jika target tesebut meleset, ia menyatakan siap mundur dari jabatan.
&#8220;Untuk presentase kelulusan UN tahun 2010 ini saya sudah targetkan 60 persen angka kelulusan di tiap-tiap sekolah yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lingga Drs Junaidi optimis persentase kelulusan siswa pada Ujian Nasional (UN) 2010 yang telah ditetapkan sebesar 60 persen tercapai. Jika target tesebut meleset, ia menyatakan siap mundur dari jabatan.</p>
<p>&#8220;Untuk presentase kelulusan UN tahun 2010 ini saya sudah targetkan 60 persen angka kelulusan di tiap-tiap sekolah yang ada di Kabupaten Lingga,&#8221; ujar Junaidi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan se-Provinsi Kepri, Sabtu (24/10) di Dabo Singkep.</p>
<p>Menurut Junaidi, taget kelulusan 60 persen dari Dinas Pendidikan tersebut mesti didukung oleh kepala sekolah yang ada di Kabupaten Lingga sehingga dapat mendongkrak lagi nilai kelulusan siswa pada pelaksanaan UN nanti.</p>
<p>&#8220;Kepala sekolah juga harus mampu berpacu menciptakan target yang lebih tingi dari saya (60 persen-red). Jika kepala sekolah tidak dapat mendongkrak nilai kelulusan pada UN nanti, ya mundurlah seperti saya,&#8221; kata Junaidi lagi.</p>
<p><span id="more-199"></span>Selanjutnya untuk mencapai target dan merancang beberapa program-program, Junaidi menyebutkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga telah merancang hal tersebut seperti memberikan bantuan kepada setiap guru dan sekolah-sekolah untuk mendongkrak hasil UN 2010 nanti.</p>
<p>Ia mencontohkan, beberapa program dan terobosan pada UN tahun sebelumnya kurang disuport dengan anggaran dari Pemkab, sehingga kualitas nilai UN yang dihasilkan jauh di bawah standar. Namun pada tahun 2010 ini dari dana yang telah dikucurkan pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan, khususnya di Lingga, ia optimis akan mencapai target yang dimaksud.</p>
<p>&#8220;Insya allah dalam waktu 1 tahun ini saya yakin kita bisa mencapai nilai kelulusan UN yang baik sesuai target. Dengan hasil yang memuaskan itu nantinya dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kepri,&#8221; kata Junaidi.</p>
<p>Ketua PGRI Kecamatan Singkep Samsul Hadi mengakui memang ada target 60 persen angka kelulusan dari Dinas Pendidikan untuk sekolah-sekolah pada UN 2010 nanti.</p>
<p>&#8220;Saya yakin target tersebut dapat tercapai dengan dukungan yang di berikan selama ini oleh Dinas Pendidikan melalui perogram-programnya, serta dukunga Pemerintah daerah Lingga yang telah banyak memeberikan bantuan dana,&#8221; kata Samsul.</p>
<p>Seperti diketahui, angka kelulusan UN 2008/2009 lalu untuk Kabupaten Lingga jauh merosot, dan hanya menempatkan daerah Lingga berada diurutan kedua dari bawah. Hal itu tentu menimbulkan keprihatinan banyak pihak seperti wali murid, guru dan dinas pendidikan sendiri.(sm/32)</p>
<p>Sumber: Sijori Mandiri &#8211; 26 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/26/kadisdik-siap-mundur-dari-jabatan-jika-target-60-persen-tidak-tercapai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkab Buka 523 Lowongan PNS</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/25/pemkab-buka-523-lowongan-pns/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/25/pemkab-buka-523-lowongan-pns/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 08:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[CPNS]]></category>
		<category><![CDATA[Lingga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Lingga 2009 dibuka Senin (26/10) mendatang. Pemkab Lingga menerima 523 CPNS yang terdiri dari 215 formasi guru, 177 tenaga kesehatan, 127 tenaga teknis dan empat orang untuk sekretaris desa. Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lingga, Syamsudi mengatakan, jadwal pendaftaran CPNS Pemkab Lingga serentak dengan kabupaten/kota lainnya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Lingga 2009 dibuka Senin (26/10) mendatang. Pemkab Lingga menerima 523 CPNS yang terdiri dari 215 formasi guru, 177 tenaga kesehatan, 127 tenaga teknis dan empat orang untuk sekretaris desa. Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lingga, Syamsudi mengatakan, jadwal pendaftaran CPNS Pemkab Lingga serentak dengan kabupaten/kota lainnya di Kepri. “Insya Allah, pengumuman formasi yang dibutuhkan diumumkan di media cetak Senin (26/10),” kata Syamsudi, kemarin sore.</p>
<p>Soal formasi yang dibutuhkan secara lengkap, Syamsudi menyebutkan, semuanya tertera dalam pengumuman nantinya. ”Banyak sekali, kan lebih dari 500 lowongan kerja,” ujarnya. Ia meminta calon pelamar yang berminat segera melengkapi sejumlah persyaratan. Besar kemungkinan persyaratan untuk melamar tidak jauh berbeda dibandingkan dengan persyaratan tahun lalu.</p>
<p><span id="more-196"></span>Persyaratan standar yang dibutuhkan pada penerimaan CPNS tahun lalu adalah legalisir ijazah, transkrip nilai, legalisir Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pas foto. Pengajuan lamaran ditulis tangan sendiri menggunakan pena tinta hitam di atas kertas folio/HVS dibubuhi materai Rp6000 atau kertas segel dengan huruf cetak/kapital dan ditandatangani. ”Penerimaan CPNS ini kita lakukan secara transparan. Calon pelamar harus mempersiapkan diri untuk ujian,” tukasnya. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 24 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/25/pemkab-buka-523-lowongan-pns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proyek APBD Banyak Penyimpangan, Hasilnya Tak Dinikmati</title>
		<link>http://singkep.com/2009/10/24/proyek-apbd-banyak-penyimpangan-hasilnya-tak-dinikmati/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/10/24/proyek-apbd-banyak-penyimpangan-hasilnya-tak-dinikmati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 09:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[APBD]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Lingga]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Sidak Proyek APBD Lingga. Anggota DPRD Lingga melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah proyek yang didanai APBD Lingga 2008, Kamis (22/10). Hasilnya, ditemukan penyimpangan dan proyek yang dibuat tak sesuai dengan keinginan masyarakat. Dari 20 anggota dewan yang sidak, mereka dibagi atas dua kelompok. Kelompok pertama mengunjungi sejumlah proyek di Kecamatan Singkep, termasuk PDAM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewan Sidak Proyek APBD Lingga. Anggota DPRD Lingga melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah proyek yang didanai APBD Lingga 2008, Kamis (22/10). Hasilnya, ditemukan penyimpangan dan proyek yang dibuat tak sesuai dengan keinginan masyarakat. Dari 20 anggota dewan yang sidak, mereka dibagi atas dua kelompok. Kelompok pertama mengunjungi sejumlah proyek di Kecamatan Singkep, termasuk PDAM Tirta Dharma.</p>
<p>Kelompok lain melakukan sidak di Kecamatan Singkep Barat. Rencana sidak ini sudah direncanakan beberapa waktu sebelumnya dan tak perlu menunggu terbentuknya alat kelengkapan dewan. Anggota DPRD Lingga, Rudi Purwonugroho mengatakan, pihaknya melakukan sidak ke proyek penampungan air bersih di Kebun Nyiur, Batu Berdaun, pembangunan bak air penampungan PDAM di Gunung Muncung dan juga proyek penahan gelombang. “Kita temukan sejumlah penyimpangan. Proyek yang dibangun asal-asalan dan tak melihat aspirasi masyarakat. Bak penampungan air PDAM terlihat retak. Dalam waktu dekat dewan akan memanggil Dinas PU Lingga untuk menjelaskan soal ini,” kata Rudi.</p>
<p><span id="more-194"></span>Anggota dewan lainnya, Zakaria menilai DPRD lingga menilai proyek air bersih yang dibangun di Desa Batu Berdaun mubazir. Pasalnya, tidak sesuai dengan yang diinginkan warga. Airnya tak mengalir dari awal proyek selesai dibangun. Pembangunan bak penampungan air PDAM yang dilakukan Dinas PU Lingga dengan nilai sekitar Rp5 miliar juga asal-asalan. Bangunan sudah retak-retak dan pemasangan pagar sekeliling bangunan yang tidak selesai dan terkesan asal jadi. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 24 Oktober 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/10/24/proyek-apbd-banyak-penyimpangan-hasilnya-tak-dinikmati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Ini Kapal ke Dabo Dua Trip</title>
		<link>http://singkep.com/2009/09/17/hari-ini-kapal-ke-dabo-dua-trip/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/09/17/hari-ini-kapal-ke-dabo-dua-trip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 08:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Announcements]]></category>
		<category><![CDATA[Dabo]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Kapal tujuan Tanjungpinang ke Dabo Singkep Kabupaten Lingga dalam sehari akan berlayar sebanyak dua trip mulai hari ini, Kamis (17/9).
Kapal tersebut yaitu, feri MV Batavia, Super Jet dan Marine Hawk. Jadwal keberangkatan pertama dilakukan pada pagi hari dan yang kedua siang hari.
”Penambahan ini dilakukan untuk memberi kemudahan arus mudik lebaran bagi masyarakat Lingga,” kata Wakil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapal tujuan Tanjungpinang ke Dabo Singkep Kabupaten Lingga dalam sehari akan berlayar sebanyak dua trip mulai hari ini, Kamis (17/9).</p>
<p>Kapal tersebut yaitu, feri MV Batavia, Super Jet dan Marine Hawk. Jadwal keberangkatan pertama dilakukan pada pagi hari dan yang kedua siang hari.</p>
<p>”Penambahan ini dilakukan untuk memberi kemudahan arus mudik lebaran bagi masyarakat Lingga,” kata Wakil Bupati Lingga Saptono Mustakim yang ditemui saat akan pulang ke Dabosingkep di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Rabu (16/9).</p>
<p>Dilanjutkannya, dengan penambahan trip kapal ini, semua masyarakat Kabupaten Lingga yang akan pulang kampung dari perantauan, tidak perlu takut karena tidak dapat angkutan. Karena saat ini frekuensi pelayaran sudah ditambah.</p>
<p>”Lihat saja saat ini. Sejak pagi tadi semua penumpang yang mau ke Dabosingkep dan Lingga, semuanya tak ada yang tidak berangkat,” ujar Saptono.</p>
<p><span id="more-192"></span>Keadaan seperti ini, kata Saptono, selalu terjadi setiap tahun pada masa menjelang hari raya Idul Fitri. Situasi ini, sebenarnya sangat memprihatinkan sekali. Namun hingga kini tak banyak yang bisa dilakukan.</p>
<p>Pasalnya jika pemerintah meminta penambahan armada untuk rute Tanjungpinang ke Dabo Singkep, maka operator kapal harus melihat untung ruginya. Kalau perhitungannya masuk, maka mereka pasti mau manambah armadanya.</p>
<p>Pantauan Batam Pos di pelabuhan Sri Bintan Pura, sejak pagi hingga siang kemarin, penumpang paling banyak tujuannya ke Kabupaten Lingga. Setelah kapal tujuan Dabo Singkep Lingga berangkat, suasana di pelabuhan berangsur kembali normal. (mat)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 17 September 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/09/17/hari-ini-kapal-ke-dabo-dua-trip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Rombak Kabinet</title>
		<link>http://singkep.com/2009/09/05/bupati-rombak-kabinet/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/09/05/bupati-rombak-kabinet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 06:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Daria]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Hari Raya Idul Fitri, Bupati Lingga H Drs Daria berencana merombak sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemkab Lingga. Namun banyak kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Lingga mengaku belum mengetahui secara persis kabar itu.
’’Saya memang mendengar rencana itu, tapi saya tidak tau apakah ada perombakan di sejumlah SKPD atau tidak,’’ ujar Kasubag [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Hari Raya Idul Fitri, Bupati Lingga H Drs Daria berencana merombak sejumlah Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemkab Lingga. Namun banyak kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Lingga mengaku belum mengetahui secara persis kabar itu.</p>
<p>’’Saya memang mendengar rencana itu, tapi saya tidak tau apakah ada perombakan di sejumlah SKPD atau tidak,’’ ujar Kasubag Humas Syamsua Deansyah saat dikonfirmasi POSMETRO, Kamis (3/9).  Menurut Syamsua, saat ini perombakan kabinet tersebut memang menjadi pembicaraan hangat di lingkungan Pemkab Lingga terutama sejumlah pegawai yang ada di sekretariat. Tapi katanya lagi, soal pergantian di jajaran sekretariat sudah menjadi tradisi dan bukan hal yang aneh lagi. Ini diperuntukkan agar para pegawai mengetahui seluk-beluk pekerjaan yang ada di lingkungan Pemkab Lingga.</p>
<p>’’Kalaupun ada perombakan hal ini biasa saja terjadi. Sebab bapak Bupati ingin agar para jajaranya dapat memberikan pelayanan pada masyarakat dengan baik,’’ terang Syamsua.</p>
<p><span id="more-190"></span>Data yang dihimpun di lapangan, sejumlah nama akan menempati posisi baru dalam perombakan itu. Namun  perubahan itu tidak berlaku untuk kepala dinas. Sebab, kepala dinas yang saat ini masih baru saja menjabat. Dan kini  yang ramai dibicarakan masyarakat soal nasib Drs Usman Tauqik.  Apakah Usman Tauqik akan segera diangkat sebagai Sekda definitif atau malah tidak menduduki jabatan sebagai Sekda lagi. ’’Kalau posisi kepala dinas kayaknya aman, namun kemana Usman Tauqik, hal inilah yang masih menjadi pertanyaan,’’ ujar salah seorang pegawai di Lingkungan Pemkab Lingga.</p>
<p>Sumber yang dapat dipercaya di lingkungan Pemkab Lingga menerangkan sejumlah posisi yang dipastikan bergeser adalah Kabag dan Kasubag. Ini dikarenakan Bupati Lingga berharap agar para pegawainya dapat mengemban tugas dengan baik. Dengan cara dilakukan perombakan maka akan terjadi penyegaran di lingkungan kedinasan tersebut.</p>
<p>Bahkan dari sumber yang dapat dipercaya nama Kasubag Humas Syamsua Deansyah atau yang akrap dipanggil dengan nama Yan posisinya juga akan bergeser. Tapi tidak diketahui akan ditempatkan di mana Syamsua tersebut. ’’Syamsua juga akan dipindah, tapi kita tidak tau kemanakan Syamsua tersebut ditempatkan,’’ terang sumber tersebut.(oni)</p>
<p>Sumber: Posmetro Batam &#8211; 4 September 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/09/05/bupati-rombak-kabinet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaga Arus Mudik di Pelabuhan Jagoh</title>
		<link>http://singkep.com/2009/09/02/siaga-arus-mudik-di-pelabuhan-jagoh/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/09/02/siaga-arus-mudik-di-pelabuhan-jagoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 02:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dabo]]></category>
		<category><![CDATA[Jagoh]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Arus mudik lebaran tahun ini belum terasa di pelabuhan laut yang ada di Kabupaten Lingga. Namun, pihak pengelola pelabuhan sudah mempersiapkan diri menjelang perayaan tahunan ini.
Kepala Pelabuhan Laut Dabo Singkep Hendry Sibarani mengatakan, arus mudik saat ini belum terlihat. Ia memperkirakan arus mudik belum terjadi pada H-15 lebaran.
Warga Lingga khususnya yang tinggal di Dabo Singkep [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Arus mudik lebaran tahun ini belum terasa di pelabuhan laut yang ada di Kabupaten Lingga. Namun, pihak pengelola pelabuhan sudah mempersiapkan diri menjelang perayaan tahunan ini.</p>
<p>Kepala Pelabuhan Laut Dabo Singkep Hendry Sibarani mengatakan, arus mudik saat ini belum terlihat. Ia memperkirakan arus mudik belum terjadi pada H-15 lebaran.</p>
<p>Warga Lingga khususnya yang tinggal di Dabo Singkep diyakini banyak mudik. Sebab mereka kebanyakan pendatang. ’’Warga Lingga yang tinggal di luar juga banyak. Seperti di Batam, Pinang, Pekanbaru, dan kota lain. Pada hari lebaran nanti pasti banyak yang pulang ke Lingga,” kata Hendry, pekan lalu.</p>
<p>Hendry menyebutkan, persiapan pihaknya menyambut arus mudik dan arus balik lebaran tak terlalu khusus. Pasalnya, kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan.</p>
<p><span id="more-187"></span>Namun, pihaknya tetap siaga, khususnya memantau kondisi kapal dan penumpang. ’’Penumpang ramai, sedangkan kapasitas kapal terbatas. Inilah yang kita kontrol. Jangan sampai over kapasitas dan membahayakan penumpang,” ujarnya.</p>
<p>Soal pelabuhan yang diyakini paling ramai saat arus mudik dan arus balik, Hendry menyebutkan Pelabuhan Jagoh. Pasalnya, kapal penumpang bersandar di pelabuhan ini.</p>
<p>Pelabuhan Dabo Singkep dari segi sarana dan prasarana memang lebih lengkap. Tetapi sejak beberapa tahun terakhir tak lagi disinggahi kapal penumpang. Hanya kapal barang yang bersandar di pelabuhan yang dekat Kota Dabo Singkep ini. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 2 September 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/09/02/siaga-arus-mudik-di-pelabuhan-jagoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proyek Batu Miring di Depan Mapolres Menuai Sorotan</title>
		<link>http://singkep.com/2009/08/28/proyek-batu-miring-di-depan-mapolres-menuai-sorotan/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/08/28/proyek-batu-miring-di-depan-mapolres-menuai-sorotan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dabo]]></category>
		<category><![CDATA[Mapolres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan batu miring di depan Mapolres Lingga yang sedang dikerjakan menuai sorotan dari sejumlah pihak. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp400 juta itu ditengarai belum masuk dalam proses lelang. Lho, kok bisa?
’’Tidak ada papan proyek, kita yakin proyek ini belum dilelang,’’ ujar Sandi salah seorang warga Dabo yang dijumpai POSMETRO, Kamis (27/8) di lokasi proyek.
Keganjilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembangunan batu miring di depan Mapolres Lingga yang sedang dikerjakan menuai sorotan dari sejumlah pihak. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp400 juta itu ditengarai belum masuk dalam proses lelang. Lho, kok bisa?</p>
<p>’’Tidak ada papan proyek, kita yakin proyek ini belum dilelang,’’ ujar Sandi salah seorang warga Dabo yang dijumpai POSMETRO, Kamis (27/8) di lokasi proyek.</p>
<p>Keganjilan proyek tersebut juga  terlihat dari sejumlah pekerja bangunan yang mengerjakan proyek itu melarang wartawan untuk mengambil foto  material yang berada di depan Mapolres Lingga. Saat dikonfirmasi mengenai larangan pengambilan foto tersebut para pekerja bangunan enggan berkomentar.</p>
<p>Bahkan menurut mereka larangan pengambilan foto tersebut atas perintah   atasanya. ’’Jangan difoto, kenapa harus difoto-foto, kami sedang kerja,’’ujar sejumlah para pekerja bangunan.</p>
<p><span id="more-183"></span>Data lain yang berhasil dihimpun proyek batu miring yang saat ini dikerjakan oleh salah seorang kontraktor asal Dabo Singkep.  Sementara sejumlah rekanan kontraktor mengaku tidak mengetahui apabila proyek tersebut sudah ada pemenangnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga Ir Iskandar melalui Ketua Panitia Lelang Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga Ican membantah apabila proyek tersebut belum dilelang.</p>
<p>Menurut Ican proyek senilai Rp 400 juta tersebut sudah dilelang dan pemenangnya sudah diumumkan.’’Sudah dilelang kok dan sekarang sudah dikerjakan, nantinya ada proyek di situ bangunan batu miring dan bangunan jalan,’’ ujar Ican.(oni)</p>
<p>Sumber: Posmetro Batam &#8211; 28 Agustus 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/08/28/proyek-batu-miring-di-depan-mapolres-menuai-sorotan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Puasa Bareng Gubernur, Ratusan Warga Tak Kebagian Takjil</title>
		<link>http://singkep.com/2009/08/28/buka-puasa-bareng-gubernur-ratusan-warga-tak-kebagian-takjil/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/08/28/buka-puasa-bareng-gubernur-ratusan-warga-tak-kebagian-takjil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dabo]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Ismeth Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Acara safari Ramadan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah berlangsung kacau. Warga yang hadir membeludak tiga kalilipat dari perkiraan panitia. Separuh lebih warga yang hadir tidak kebagian konsumsi untuk buka puasa.
Sumber POSMETRO di Pemkab Lingga,  mengatakan, undangan yang dipersiapkan oleh panitia berjumlah 250 orang. “Panitia sudah mempersiapkan konsumsi untuk 350 orang,” katanya. Tapi yang hadir dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Acara safari Ramadan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah berlangsung kacau. Warga yang hadir membeludak tiga kalilipat dari perkiraan panitia. Separuh lebih warga yang hadir tidak kebagian konsumsi untuk buka puasa.</p>
<p>Sumber POSMETRO di Pemkab Lingga,  mengatakan, undangan yang dipersiapkan oleh panitia berjumlah 250 orang. “Panitia sudah mempersiapkan konsumsi untuk 350 orang,” katanya. Tapi yang hadir dalam safari Ramadan gubernur itu lebih dari 700 orang.</p>
<p>Praktis warga yang hadir untuk ikut berbuka puasa itu pun tidak bisa terbendung lagi. Ada yang mendapatkan minum, tapi tidak mendapatkan makanan.</p>
<p>Sebaliknya yang mendapatkan makanan justru tidak mendapatkan minuman. Bahkan Ismeth sendiri pun harus makan ikut jalur prasmanan untuk bisa menikmati buka puasa tersebut.</p>
<p><span id="more-180"></span>Sebagian warga mengaku kecewa dengan acara buka bersama gubernur itu. Alhasil, banyak warga yang tidak mengikuti acara itu sampai usai.</p>
<p>Warga yang tidak mendapatkan makan untuk berbuka pun harus segera pulang ke rumah, sebelum acara shalat tarawih berjamaah dimulai.(oni/sya)</p>
<p>Sumber: Posmetro Batam &#8211; 27 Agustus 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/08/28/buka-puasa-bareng-gubernur-ratusan-warga-tak-kebagian-takjil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ismeth: Pembangunan Harus Disyukuri</title>
		<link>http://singkep.com/2009/08/28/ismeth-pembangunan-harus-disyukuri/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/08/28/ismeth-pembangunan-harus-disyukuri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:02:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Ismeth Abdullah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Gubernur Kepri Ismeth Abdullah meminta seluruh masyarakat di Kabupaten Lingga untuk memperkuat persaudaraan dan meningkatkan tali silaturahmi.
Hal ini disampaikan Ismeth saat Safari Ramadan di Masjid Azzulfa Dabo Singkep, Selasa malam (25/8).
Di hadapan sekitar 750 warga Dabo Singkep itu Ismeth menambahkan, pembangunan di Lingga saat ini sudah relatif baik dari waktu sebelumnya. Pembangunan itu bisa terealisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gubernur Kepri Ismeth Abdullah meminta seluruh masyarakat di Kabupaten Lingga untuk memperkuat persaudaraan dan meningkatkan tali silaturahmi.</p>
<p>Hal ini disampaikan Ismeth saat Safari Ramadan di Masjid Azzulfa Dabo Singkep, Selasa malam (25/8).</p>
<p>Di hadapan sekitar 750 warga Dabo Singkep itu Ismeth menambahkan, pembangunan di Lingga saat ini sudah relatif baik dari waktu sebelumnya. Pembangunan itu bisa terealisasi berkat kerjasama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>”Masyarakat dan pemerintah saling membutuhkan dan mendukung. Karena itulah, hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Pemkab Lingga bersama dengan seluruh masyarakat ini harus disyukuri. Sekaligus pula meningkatkan persaudaraan dan silaturahmi di antara kita,” papar Ismeth.</p>
<p><span id="more-177"></span>Hadir pula dalam Safari Ramadan pertama di Provinsi Kepri ini, Bupati Lingga H Daria, Kajati Kepri Sugiyanto, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma Darojatim dan Kapolda Kepri Brigjen Pol Dikdik Mulyana Arif Mansyur.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Ismeth memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Juga membantu beberapa masjid yang ada di Lingga. Tidak ketinggalan, H Daria ikut pula membantu para guru Taman Pengajian Alquran (TPA) yang ada di Lingga.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan pengamatan Batam Pos, jamaah yang hadir dalam acara ini sangat diluar perkiraan panitia. Awalnya panitia memprediksi yang datang sekitar 350 orang, ternyata yang datang 750 orang. Akibatnya, masjid jadi semakin rami dan hal-hal lucu dan menyedihkan pun terjadi dalam acara ini. Salah satu contohnya, ada jamaah yang tidak kebagian nasi kotak. (dea/sta)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 27 Agustus 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/08/28/ismeth-pembangunan-harus-disyukuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesantren Kilat Sekolah</title>
		<link>http://singkep.com/2009/08/28/pesantren-kilat-sekolah/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/08/28/pesantren-kilat-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 01:59:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dabo]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[SMU Negeri 1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh pelajar Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Lingga melaksanakan pesantren kilat (sanlat) Ramadan yang dimulai, Selasa (25/8) sampai Selasa (1/9).
Dalam kegiatan ini instrukturnya tak hanya guru, pihak sekolah juga mendatangkan penceramah agama dari luar.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Lingga Junaidi mengatakan, kegiatan pesantren kilat di sekolah membahas sejumlah materi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seluruh pelajar Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Lingga melaksanakan pesantren kilat (sanlat) Ramadan yang dimulai, Selasa (25/8) sampai Selasa (1/9).</p>
<p>Dalam kegiatan ini instrukturnya tak hanya guru, pihak sekolah juga mendatangkan penceramah agama dari luar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Lingga Junaidi mengatakan, kegiatan pesantren kilat di sekolah membahas sejumlah materi yang disampaikan instruktur. Di antaranya, fiqih Islam, tauhid, akhlak, ibadah, dan juga kegiatan tadarus Alquran.</p>
<p>’’Dalam sepekan ini, kita harapkan pelajar dapat meningkatkan pemahamannya tentang Islam. Jarang sekali kesempatan seperti ini terjadi. Dalam setahun hanya sekali pesantren kilat. Hanya dalam Ramadan,” kata Junaidi, kemarin.</p>
<p><span id="more-175"></span>Ditambahkan Junaidi, momen Ramadan harus dimanfaatkan siswa untuk meningkatkan ibadahnya. Tentunya diisi dengan kegiatan yang positif. Selain pesantren kilat, malamnya siswa harus ikut tarawih.</p>
<p>’’Kalau siswa diliburkan bulan puasa, lebih sulit mengontrolnya. Sekarang, dari pagi hingga siang mereka ikut kegiatan agama di sekolah,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan pesantren kilat ini dimulai pukul 08.00-12.00 WIB. Kemudian dilanjutkan salat Zuhur berjamaah. Setelah itu pelajar baru boleh pulang ke rumah masing-masing. Pesantren kilat sekolah dilaksanakan di dalam kelas. Selain itu ada juga memanfaatkan aula sekolah untuk acara ceramah agama yang disampaikan ustad dari luar Lingga.</p>
<p>Salah satu sekolah yang telah melaksanakan pesantren kilat sejak kemarin adalah SMA 1 Dabo Singkep. Pemaparan materi dan tes kemampuan siswa dilaksanakan di dalam kelas. Sedangkan ceramah agama disampaikan di gedung serba guna sekolah itu.</p>
<p>’’OSIS sekolah kami telah selesai pesantren kilatnya. Penutupannya, Selasa (25/8) ini. Kalau siswa keseluruhan baru dimulai,” kata Syamsul Hadi, salah seorang guru di sekolah ini. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 26 Agustus 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/08/28/pesantren-kilat-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedagang Petasan Marak</title>
		<link>http://singkep.com/2009/08/26/pedagang-petasan-marak/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/08/26/pedagang-petasan-marak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 01:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dabo]]></category>
		<category><![CDATA[Petasan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Suasana bulan puasa di Dabo Singkep agak berbeda dengan daerah lainnya di Kepri. Tak ada pasar kaget yang ramai dengan orang berjualan makanan berbuka. Yang ramai hanya orang berjualan petasan dan kembang api di pasar. Maraknya penjualan petasan ini sudah meresahkan. Usai berbuka puasa sampai menjelang sahur, bunyi petasan ada di mana-mana. Ketenangan warga yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suasana bulan puasa di Dabo Singkep agak berbeda dengan daerah lainnya di Kepri. Tak ada pasar kaget yang ramai dengan orang berjualan makanan berbuka. Yang ramai hanya orang berjualan petasan dan kembang api di pasar. Maraknya penjualan petasan ini sudah meresahkan. Usai berbuka puasa sampai menjelang sahur, bunyi petasan ada di mana-mana. Ketenangan warga yang melaksanakan salat tawarih jadi terusik.</p>
<p>“Sangat menganggu. Bulan puasa tak identik dengan petasan. Jadi kita minta petasan ditertibkan,” kata Syafril, warga Dabo Lama, Selasa (25/8).</p>
<p>Selain menganggu karena suara ribut di tengah malam, petasan juga dijual dengan harga yang tak murah. Anak-anak uangnya habis membeli petasan. Bahkan, tak hanya anak-anak, orang dewasa juga ikut-ikutan membeli petasan. “Kalau kemarin hanya walet yang suaranya bising, sekarang ada petasan,” ujarnya.</p>
<p><span id="more-173"></span>Penjual petasan menggelar dagangannya di tempat terbuka dan tak ada rasa takut barangnya akan ditertibkan polisi. Petasan banyak dijual di sepanjang jalan Pasar Dabo Lama, Pasar Baru Dabo dan juga sepanjang Jalan Bukit Abon. Petasan juga banyak dijual di toko-toko yang ada di Dabo. Kapolres Lingga, AKBP Isnanta Tri Nugraha mengaku  sudah menerima informasi soal maraknya penjualan petasan ini. “Kita akan tertibkan. Ketenangan orang beribadah tak boleh terganggu,” ujarnya, kemarin. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 26 Agustus 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/08/26/pedagang-petasan-marak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>500 Calon Pelanggan PLN Belum Dilayani</title>
		<link>http://singkep.com/2009/08/25/500-calon-pelanggan-pln-belum-dilayani/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/08/25/500-calon-pelanggan-pln-belum-dilayani/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dabo]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Akibat PLN Kekurangan Daya. Sebanyak 500 calon pelanggan PT PLN (Persero) Ranting Dabo Singkep yang membawahi Kabupaten Lingga masuk daftar tunggu. Penyambungan listrik belum bisa dilakukan karena kondisi terbatasnya daya.
Manager PT PLN Ranting Dabo Singkep, Andhy Prasetiawan menyebutkan, pelanggan saat ini mencapai 8.769 pelanggan dan 500 calon pelanggan masuk daftar tunggu.
“Untuk penyambungan baru, butuh tambahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akibat PLN Kekurangan Daya. Sebanyak 500 calon pelanggan PT PLN (Persero) Ranting Dabo Singkep yang membawahi Kabupaten Lingga masuk daftar tunggu. Penyambungan listrik belum bisa dilakukan karena kondisi terbatasnya daya.</p>
<p>Manager PT PLN Ranting Dabo Singkep, Andhy Prasetiawan menyebutkan, pelanggan saat ini mencapai 8.769 pelanggan dan 500 calon pelanggan masuk daftar tunggu.</p>
<p>“Untuk penyambungan baru, butuh tambahan daya. Kami berharap Pemkab Lingga pro aktif dalam mengatasi permasalahan kelistrikan di Lingga,” kata Andhy, Senin (24/8).</p>
<p>Kata Andhy, opsi tercepat adalah Pemkab menyewa mesin pembangkit listrik. Beberapa daerah lain sudah menerapkan hal ini. Diharapkan agar mesin sewa tersebut bahan bakarnya gas atau batubara.</p>
<p><span id="more-171"></span>“Pemda bisa menyewa mesin. Kalau mengharapkan PLN, dananya juga terbatas,” ujarnya.</p>
<p>Dijelaskan, PT PLN (Persero) Ranting Dabo Singkep mempunyai 14 unit sub-sub ranting pelaksana kerja mencakup lima kecamatan di Kabupaten Lingga, yakni, PT PLN Sub Ranting Kuala Raya, Lanjut, Penuba, Marok Kecil, Marok Tua, Bakong, Daik Lingga, Limbung, Kerandin, Sungai Pinang, Pancur, Rejai, Temiang dan Sub Ranting Senayang.</p>
<p>Perhitungan total daya terpasang mesin di seluruh Kabupaten Lingga mencapai 4.110 kW dan daya mampu sekitar 3.725 kW. Dari 8.769 pelanggan komposisi klasifikasi pelanggan rumah tanga sebanyak 75 persen, pelanggan bisnis sepuluh persen, pelanggan pemerintahan sepuluh persen dan pelanggan sosial lima persen.</p>
<p>Ia mengimbau masyarakat tetap hemat listrik, terutama pada beban puncak pukul 17.00 sampai 22.00 WIB.  Untuk mengatasi krisis listrik, PT PLN (Persero) Ranting Dabo Singkep telah mendatangkan dua unit pembangkit merek MTU dari Tanjungpinang dan satunya sudah dioperasikan di PLTD Setajam.</p>
<p>Dampaknya, pemadaman listrik bergilir berkurang dari biasanya lima hari sekali menjadi 11 hari sekali.</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 25 Agustus 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/08/25/500-calon-pelanggan-pln-belum-dilayani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempur dan Kemala Gelar Pengobatan Gratis</title>
		<link>http://singkep.com/2009/08/25/gempur-dan-kemala-gelar-pengobatan-gratis/</link>
		<comments>http://singkep.com/2009/08/25/gempur-dan-kemala-gelar-pengobatan-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:34:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Gempur]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kemala]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://singkep.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Kepulauan Riau (Gempur) Jakarta bekerja sama dengan Kerabat Masyarakat Lingga (Kemala) Bandung melakukan bakti sosial pengobatan gratis di Dusun Tinjul, Desa Bakong, Singkep Barat, Kamis (20/8) sampai Jumat (21/8).
Ketua Umum Gempur, Hasbi Armia mengatakan, tahun ini pengobatan gratis dilakukan pada sekitar 400 orang warga Dusun Tinjul dan sekitarnya. Tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Kepulauan Riau (Gempur) Jakarta bekerja sama dengan Kerabat Masyarakat Lingga (Kemala) Bandung melakukan bakti sosial pengobatan gratis di Dusun Tinjul, Desa Bakong, Singkep Barat, Kamis (20/8) sampai Jumat (21/8).</p>
<p>Ketua Umum Gempur, Hasbi Armia mengatakan, tahun ini pengobatan gratis dilakukan pada sekitar 400 orang warga Dusun Tinjul dan sekitarnya. Tahun lalu, pada momen yang sama menjelang Ramadan, Kemala menggelar sunatan massal 100 anak kurang mampu di Puskesmas Dabo Singkep dan penyerahkan 100 paket sembako.</p>
<p>Hasbi melanjutkan, bakti sosial ini akan terus berlanjut di masa akan datang. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih pada Gubernur Kepri Ismeth Abdullah yang  memberikan bantuan penuh melalui obat-obatan dan tenaga medis dari RSOB, Dinas Kesehatan Kepri dan petugas yang datang dari Bandung dan Jakarta.</p>
<p><span id="more-169"></span>Pemkab Lingga, katanya juga mendukung melalui Dinas Kesehatan dan pemerintah kecamatan Singkep Barat.</p>
<p>Ketua Umum Kemala, Ida Zuraida mengatakan, kegiatan bakti sosial di Kabupaten Lingga ini merupakan wujud kepedulian Kemala terhadap masyarakat Lingga. Terutama untuk sedikit meringankan beban warga khususnya yang kurang mampu.</p>
<p>“Selain obat-obatan yang telah kita bawa langsung dari Bandung, kita juga dibantu petugas medis yang disiapkan pemerintah daerah,” ujarnya. (dea)</p>
<p>Sumber: Batam Pos &#8211; 25 Agustus 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://singkep.com/2009/08/25/gempur-dan-kemala-gelar-pengobatan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
